Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Warga Datangi Proyek Betonisasi Tukad Betel, Pekerjaan Dihentikan Sementara
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Amarah warga Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, memuncak. Jumat (19/12/2025) puluhan warga mendatangi aktivitas betonisasi dan pemasangan bronjong di aliran Tukad Betel yang diduga menyempitkan badan sungai dan menyerobot sempadan.
Warga menilai pengerjaan di belakang SPBE tersebut membahayakan lingkungan dan permukiman. Alur sungai yang sebelumnya terbuka kini semakin menyempit akibat timbunan beton dan bronjong, sehingga memicu kekhawatiran banjir di musim hujan.
Aksi protes warga dipicu pengalaman banjir beberapa hari sebelumnya. Air tukad meluap, memasuki pekarangan rumah warga dan mengganggu arus lalu lintas.
Kegeraman warga bertambah karena pengerjaan dilakukan tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Mereka menilai pekerjaan dilakukan sepihak dan berpotensi mengancam keselamatan warga di hilir sungai.
Kelian Banjar Dinas Pangitebel, I Gede Darma, membenarkan adanya protes keras dari warga. Ia mengatakan pihak perusahaan berdalih memperbaiki senderan yang rusak akibat banjir, namun dalam pelaksanaannya diduga melewati batas sempadan sungai.
“Warga melihat fondasi dan bronjong sudah masuk ke alur sungai. Itu yang membuat masyarakat marah dan langsung turun ke lokasi,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Manggis I Putu Eka Putra Tirtana menyatakan kecamatan telah turun tangan. Untuk mencegah konflik meluas, pengerjaan dihentikan sementara.
“Kami hentikan dulu sambil menunggu pengecekan dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Apakah pengerjaan ini melanggar aturan atau tidak, nanti ditentukan secara teknis oleh BWS,” tegasnya.
Protes ini menjadi pengingat pentingnya keterlibatan warga dalam setiap aktivitas konstruksi di wilayah rawan banjir, terlebih jika berpotensi mengubah alur air dan sempadan sungai. Transparansi dan kajian teknis sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan lingkungan dan masyarakat tetap terjaga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan