Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Warga Datangi Proyek Betonisasi Tukad Betel, Pekerjaan Dihentikan Sementara
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Amarah warga Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, memuncak. Jumat (19/12/2025) puluhan warga mendatangi aktivitas betonisasi dan pemasangan bronjong di aliran Tukad Betel yang diduga menyempitkan badan sungai dan menyerobot sempadan.
Warga menilai pengerjaan di belakang SPBE tersebut membahayakan lingkungan dan permukiman. Alur sungai yang sebelumnya terbuka kini semakin menyempit akibat timbunan beton dan bronjong, sehingga memicu kekhawatiran banjir di musim hujan.
Aksi protes warga dipicu pengalaman banjir beberapa hari sebelumnya. Air tukad meluap, memasuki pekarangan rumah warga dan mengganggu arus lalu lintas.
Kegeraman warga bertambah karena pengerjaan dilakukan tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Mereka menilai pekerjaan dilakukan sepihak dan berpotensi mengancam keselamatan warga di hilir sungai.
Kelian Banjar Dinas Pangitebel, I Gede Darma, membenarkan adanya protes keras dari warga. Ia mengatakan pihak perusahaan berdalih memperbaiki senderan yang rusak akibat banjir, namun dalam pelaksanaannya diduga melewati batas sempadan sungai.
“Warga melihat fondasi dan bronjong sudah masuk ke alur sungai. Itu yang membuat masyarakat marah dan langsung turun ke lokasi,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Manggis I Putu Eka Putra Tirtana menyatakan kecamatan telah turun tangan. Untuk mencegah konflik meluas, pengerjaan dihentikan sementara.
“Kami hentikan dulu sambil menunggu pengecekan dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Apakah pengerjaan ini melanggar aturan atau tidak, nanti ditentukan secara teknis oleh BWS,” tegasnya.
Protes ini menjadi pengingat pentingnya keterlibatan warga dalam setiap aktivitas konstruksi di wilayah rawan banjir, terlebih jika berpotensi mengubah alur air dan sempadan sungai. Transparansi dan kajian teknis sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan lingkungan dan masyarakat tetap terjaga.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan