Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dipecat Nasdem, Suami Wagub NTB Pimpin Perindo NTB
BERITABALI.COM, NTB.
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesodibjo memberikan SK Ketua DPW Perindo NTB kepada H Muhammad Khairul Rizal.
Suami Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah ini baru saja dipecat oleh DPP Partai Nasdem. Acara pergantian Lalu Athar oleh Rizal ini digelar di salah satu hotel di Kota Surabaya, Jumat (27/1).
Muhammad Khairul Rizal menggantikan Ketua DPW Perindo NTB sebelumnya, Lalu Athari Fathullah. Acara penyerahan SK ini dirangkai dengan konsolidasi DPW Partai Perindo Jawa Timur dan penyerahan SK Ketua DPW Jawa Timur.
Hadir pada acara ini Ketua Harian Nasional Partai Perindo TGB HM Zainul Majdi, Waketum Partai Perindo Boyke Novrizon, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan sejumlah petinggi DPP Partai Perindo.
Ketua DPW Partai Perindo NTB, Muhammad Khairul Rizal menargetkan partai besutan Harry Tanoesoedibjo itu meraih kursi pimpinan DPRD Provinsi NTB dan DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.
"Target kita adalah berikhtiar untuk menduduki kursi pimpinan di DPRD Provinsi NTB dan kursi pimpinan di DPRD kabupaten/kota di seluruh NTB," kata Khairul Rizal.
Khairul Rizal mengatakan kepercayaan yang diberikan Ketua Umum DPP Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo merupakan amanah dan tanggungjawab. Setelah resmi menjabat Ketua DPW Partai Perindo NTB, Khairul Rizal akan melengkapi kepengurusan di tingkat wilayah dan kabupaten/kota.
"Setelah ini kami akan melengkapi kepengurusan di tingkat wilayah. Yang mana waktu verifikasi kemarin jumlah pengurus DPW Perindo hanya 5 orang. Kita akan melengkapi dan tetap akan mengajak bekerja sama, bersama-sama pengurus yang lama," ujarnya
Selain itu, dirinya juga akan melengkapi kepengurusan Partai Perindo di 10 kabupaten/kota. Khairul Rizal menyatakan salah satu tugas besar dirinya sebagai Ketua DPW Partai Perindo NTB adalah membangun mesin partai sampai tingkat ranting dan dusun.
Ia menargetkan kepengurusan Partai Perindo terbentuk di 4.725 dusun di Pulau Lombok dan 1.960 dusun di Pulau Sumbawa.
"Kami akan memastikan di seluruh dusun ada pengurus partai Perindo menyongsong kemenangan Pemilu 2024," katanya.
Khairul Rizal mengaku optimistis Perindo akan menjadi partai besar di NTB. Karena ada sosok Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi yang dikenal luas masyarakat dan menjadi panutan di NTB.
"Itu adalah modal besar Partai Perindo di NTB," ujarnya.
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan Partai Perindo hadir untuk menyejahterakan masyarakat.
Ideologi semua partai politik yang ada di Indonesia sama, yakni Pancasila. Namun yang berbeda adalah strategi dalam membangun bangsa dan negara yang berbeda-beda. Jadi partai yang berpihak pada masyarakat.
“Untuk membuat Indonesia maju, masyarakat harus produktif. Untuk menjadi produktif, maka harus ada kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat,” kata Hari Tanoe dalam keterangan tertulis, Jumat (27/1).
Apalagi, saat ini memasuki era globalisasi yang diiringi dengan digitalisasi. Digitalisasi ini mengarah pada efisiensi. Partai Perindo hadir, kata dia, bertujuan untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyat.
“Maka Partai Perindo menjadi partai besar untuk menciptakan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Sehingga rakyat bisa menjadi produktif,” pungkas pemilik MNC Group ini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan